Jika kita menambahkan HHO Air Gas Hidrogen atau ke tungku, sehingga meningkatkan produksi energi sebesar 50% dari defisiensi berarti 30 -35% lebih efisiensi dan pengurangan segera 80-90% emisi tanpa investasi modal yang besar untuk infrastruktur ..
Pengguna dapat membeli batubara kelas lebih murah dari batubara dan penghematan hingga 30% biaya batubara,, mencapai bakar yang lebih baik dan lebih lengkap dan meningkat 50% dalam efisiensi Burn, penurunan 80-90% dalam emisi ..
Bagaimana Anda dapat menyediakan HHO Air Gas ?
HHO Gas Air dapat diproduksi dari air keran dan sekali HHO Gas Generator Air diinstal, gas HHO coklat dapat dihasilkan dari air permanen di lokasi untuk pembangkit listrik tenaga batubara. dan 30% peningkatan efisiensi energi dari jumlah yang sama batubara dan penghapusan 80-90% asap emisi tumpukan tanpa besar retrofit biaya.
Hal ini diketahui bahwa Hidrogen adalah, sejauh ini, terbaik aditif untuk meningkatkan pembakaran batu bara dan hasil pembakaran bersih knalpot ramah lingkungan karena tertinggi tersedia Suhu api dan kecepatan yang memungkinkan pembakaran hidrokarbon yang tidak terbakar di knalpot batubara.
Tapi Hidrogen terlalu mahal untuk diproduksi dan tidak dapat digunakan. Sementara itu, HHO Gas Air Brown telah ditemukan dan dihasilkan dari air dalam produksi massal, yang lebih efisien dan lebih suhu dibandingkan Hydrogen Gas. Sekarang, teknologi HHO Gas Air telah diverifikasi dan sekarang dapat diberikan kepada setiap pembangkit listrik batubara tertarik ..
Kami sarankan Anda untuk menggunakan HHO Gas Generator Air, yang cukup untuk membeli sistem pada sepersepuluh dari biaya bahan bakar selama satu tahun dan setelah diinstal, Generator supply HHO Air Gas permanen di situs tanpa investasi lebih lanjut.
Silakan lihat rincian dari: http://www.bbnworld.net/brown/coal.pdf
Pembangkit listrik adalah bagian dari alat industri yang dipakai untuk memproduksi dan membangkitkan tenaga listrik dari berbagai sumber tenaga, seperti PLTU, PLTG, PLTGU, PLTP, PLTA, PLTM, PLTS, PLTMH, PLTD, PLTMG dan lain-lain. Bagian utama dari pembangkit listrik ini adalah generator, yakni mesin berputar yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip medan magnet dan penghantar listrik.
Kamis, 27 Juni 2013
Kamis, 20 Juni 2013
Non Destruktif Test (NDT) , Pengujian Tidak Merusak
Pengujian non-destruktif (NDT) berkaitan dengan pemeriksaan bahan untuk kelemahan tanpa merugikan obyek yang diuji. Sebagai metode pengujian industri, NDT menyediakan biaya cara yang efektif untuk pengujian sementara melindungi kegunaan benda untuk tujuan yang dirancang.
Kemampuan untuk memeriksa coran, weldments, tebal dinding dan kerang gulungan secara akurat dan secara komprehensif sangat penting, dan bahkan lebih penting ketika mesin telah digunakan selama beberapa tahun, mungkin dengan perubahan yang dibuat untuk kerangka asli, dan kondisi operasi yang sekarang menempatkan lebih banyak tekanan pada peralatan dari desain asli diperbolehkan.
NDT menggunakan beberapa metode, termasuk: inspeksi visual, ultrasonik, dye penetrant, partikel magnetik, emisi akustik, elektromagnetik dan radiografi. Alat umum yang digunakan meliputi: mata ahli yang terlatih, caliper mikrometer, pengukur ketebalan dinding ultrasonik, dan penggiling portabel di samping spesifik alat yang digunakan untuk metode pengujian yang lebih kompleks. Kertas putih ulasan proses NDT seperti yang dilakukan oleh personil Metso terampil, dengan contoh-contoh masalah yang ditemukan dan tindakan yang diambil untuk mengatasi masalah ini.
Pengujian non-destruktif, juga dikenal sebagai pemeriksaan non-destruktif dan dikenal dengan singkatan nya NDT atau NDE, berkaitan dengan pemeriksaan bahan untuk kelemahan tanpa merugikan obyek yang diuji. sebagai metode pengujian industri, NDT menyediakan biaya cara yang efektif untuk pengujian sekaligus melindungi obyek yang kegunaan untuk tujuan yang dirancang.
Metode Non-Destructive Testing?
Seperti disebutkan sebelumnya, inspeksi visual dan pengujian kebocoran yang
metode NDT kuat dan mudah. Selain itu, peralatan dan modern
bahan ini memungkinkan lainnya, pengujian lebih akurat dan cepat
metode:
• Ultrasonik,
• Dye Penetrant,
• Magnetic Particle,
• Emisi Akustik,
• Eddy Current (elektromagnetik), dan
• Radiografi.
Metode yang paling umum digunakan oleh adalah visual, ultrasonik, dan
dye penetran, dengan partikel magnetik dan emisi akustik yang hanya digunakan dalam keadaan khusus.
Kemampuan untuk memeriksa coran, weldments, tebal dinding dan kerang gulungan secara akurat dan secara komprehensif sangat penting, dan bahkan lebih penting ketika mesin telah digunakan selama beberapa tahun, mungkin dengan perubahan yang dibuat untuk kerangka asli, dan kondisi operasi yang sekarang menempatkan lebih banyak tekanan pada peralatan dari desain asli diperbolehkan.
NDT menggunakan beberapa metode, termasuk: inspeksi visual, ultrasonik, dye penetrant, partikel magnetik, emisi akustik, elektromagnetik dan radiografi. Alat umum yang digunakan meliputi: mata ahli yang terlatih, caliper mikrometer, pengukur ketebalan dinding ultrasonik, dan penggiling portabel di samping spesifik alat yang digunakan untuk metode pengujian yang lebih kompleks. Kertas putih ulasan proses NDT seperti yang dilakukan oleh personil Metso terampil, dengan contoh-contoh masalah yang ditemukan dan tindakan yang diambil untuk mengatasi masalah ini.
Pengujian non-destruktif, juga dikenal sebagai pemeriksaan non-destruktif dan dikenal dengan singkatan nya NDT atau NDE, berkaitan dengan pemeriksaan bahan untuk kelemahan tanpa merugikan obyek yang diuji. sebagai metode pengujian industri, NDT menyediakan biaya cara yang efektif untuk pengujian sekaligus melindungi obyek yang kegunaan untuk tujuan yang dirancang.
Metode Non-Destructive Testing?
Seperti disebutkan sebelumnya, inspeksi visual dan pengujian kebocoran yang
metode NDT kuat dan mudah. Selain itu, peralatan dan modern
bahan ini memungkinkan lainnya, pengujian lebih akurat dan cepat
metode:
• Ultrasonik,
• Dye Penetrant,
• Magnetic Particle,
• Emisi Akustik,
• Eddy Current (elektromagnetik), dan
• Radiografi.
Metode yang paling umum digunakan oleh adalah visual, ultrasonik, dan
dye penetran, dengan partikel magnetik dan emisi akustik yang hanya digunakan dalam keadaan khusus.
Jumat, 14 Juni 2013
Correction factor in Steam blowing
Disturbance Or Correction or K Factor in steam blowing in Power Plants is the ratio of Drag created during steam blowing to the drag occurring during Maximum Continuous Rating.
Equation of disturbance factor K is shown as below: K=ΔP1/ΔP2
ΔP1=PD1-PS1;ΔP2=PD2-PS2
ΔP1:Difference pressure of steam drum and corresponding super heater during steam blowing-out.
ΔP2: Difference pressure of steam drum and corresponding super heater in normal operation of boiler
Equation of disturbance factor K is shown as below: K=ΔP1/ΔP2
ΔP1=PD1-PS1;ΔP2=PD2-PS2
ΔP1:Difference pressure of steam drum and corresponding super heater during steam blowing-out.
ΔP2: Difference pressure of steam drum and corresponding super heater in normal operation of boiler
Senin, 10 Juni 2013
Performance of a Power Plant
The performance of a power plant can be expressed through some common performance factors as
- heat rate (energy efficiency)
- thermal efficiency
- capacity factor
- load factor
- economic efficiency
- operational efficiency
Heat Rate (Energy Efficiency)
Overall thermal performance or energy efficiency for a power plant for a period can be defined asφhr = H / E (1)
where
φhr = heat rate (Btu/kWh, kJ/kWh)
H = heat supplied to the power plant for a period (Btu, kJ)
E = energy output from the power plant in the period (kWh)
Thermal Efficiency
Thermal efficiency of a power plant can be expressed asμte = (100) (3412.75) / φ (2)
where
μte = thermal efficiency (%)
Capacity Factor
The capacity factor for a power plant is the ratio between average load and rated load for a period of time and can be expressed asμcf = (100) Pal / Prl (3)
where
μcf = capacity factor (%)
Pal = average load for the power plant for a period (kW)
Prl = rated capacity for the power plant (kW)
Load Factor
Load factor for a power plant is the ratio between average load and peak load and can be expressed asμlf = (100) Pal / Ppl (4)
where
μlf = load factor (%)
Ppl = peak load for the power plant in the period (kW)
Economic Efficiency
Economic efficiency is the ratio between production costs, including fuel, labor, materials and services, and energy output from the power plant for a period of time. Economic efficiency can be expressed asφee = C / E (5)
where
φee = economic efficiency (cents/kW, euro/kW, ...)
C = production costs for a period (cents, euro, ..)
E = energy output from the power plant in the period (kWh)
Operational Efficiency
Operational efficiency is the ratio of the total electricity produced by the plant during a period of time compared to the total potential electricity that could have been produced if the plant operated at 100 percent in the period.Operational efficiency can be expressed as
μoe = (100) E / E100% (6)
where
μeo = operational efficiency (%)
E = energy output from the power plant in the period (kWh)
E100% = potential energy output from the power plant operated at 100% in the period (kWh)
Kamis, 06 Juni 2013
Tips Mencegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik
Hubungan pendek arus listrik atau korsleting sering dituduh sebagai penyebab terjadinya kebakaran bangunan atau wilayah pemukiman. Korsleting listrik tidak pandang bulu menyerang korbannya, dari rakyat kecil tinggal di pemukiman hingga gedung Setneg (Sekretariat Negara) kebakaran pun juga diakibatkan oleh korsleting. Untuk itu ada beberapa tips mencegah kebakaran akibat korsleting listrik
Tips Mencegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik
Berikut beberapa tips untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik pada :
Percayakan pemasangan instalasi rumah atau bangunan pada instalatir yang bersertifikasi SLO (Sertifikasi Layak Operasi) atau minimum terdaftar sebagai anggota AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia).
Jangan menumpuk colokan listrik terlalu banyak pada satu tempat, karena dapat menumpuk panas, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan korsleting listrik.
Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) / LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN). Jangan menggunakan material listrik sembarangan yang tidak standar.
Gunakan jenis dan ukuran kabel sesuai peruntukan dan kapasitas hantar arusnya.
Jika sekring putus, jangan menyambungnya dengan serabut kawat, karena setiap sekring telah diukur kemampuannya menerima beban tertentu.
Lakukan pemeriksaan secara berkala terhadap instalasi listrik anda seperti mengecek kondisi pembungkus kabel, panel listrik, sambungan kabel, dll. Gantilah instalasi rumah atau bangunan anda secara menyeluruh minimal lima tahun sekali.
Bila terjadi kebakaran akibat korsleting listrik akibat MCB (Mini Circuit Breaker) tidak berfungsi dengan baik, matikan segera listrik dari kWh meter. Jangan menyiram sumber kebakaran dengan air apabila masih ada arus listrik.
Kualitas listrik yang buruk juga menyebabkan listrik tidak stabil sehingga menyebabkan korsleting. Lakukan pengukuran kualitas listrik (Power Quality) secara rutin yang dilakukan oleh orang yang berpengalaman.
Hindari pemakaian listrik secara illegal, karena disamping membahayakan keselamatan jiwa, tindakan tersebut juga tergolong tindakan kejahatan yang dapat dipidanakan.
Tindakan pencegahan pastinya lebih baik daripada mengatasi setelah terjadi. Kurangnya wawasan akan hal seperti ini yang biasanya menyebabkan kebakaran sering terjadi. Diharapkan dengan ini mudah-mudahan dapat mengurangi kebakaran yang terjadi di Indonesia. (red)
Tips Mencegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik
Berikut beberapa tips untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik pada :
Percayakan pemasangan instalasi rumah atau bangunan pada instalatir yang bersertifikasi SLO (Sertifikasi Layak Operasi) atau minimum terdaftar sebagai anggota AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia).
Jangan menumpuk colokan listrik terlalu banyak pada satu tempat, karena dapat menumpuk panas, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan korsleting listrik.
Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) / LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN). Jangan menggunakan material listrik sembarangan yang tidak standar.
Gunakan jenis dan ukuran kabel sesuai peruntukan dan kapasitas hantar arusnya.
Jika sekring putus, jangan menyambungnya dengan serabut kawat, karena setiap sekring telah diukur kemampuannya menerima beban tertentu.
Lakukan pemeriksaan secara berkala terhadap instalasi listrik anda seperti mengecek kondisi pembungkus kabel, panel listrik, sambungan kabel, dll. Gantilah instalasi rumah atau bangunan anda secara menyeluruh minimal lima tahun sekali.
Bila terjadi kebakaran akibat korsleting listrik akibat MCB (Mini Circuit Breaker) tidak berfungsi dengan baik, matikan segera listrik dari kWh meter. Jangan menyiram sumber kebakaran dengan air apabila masih ada arus listrik.
Kualitas listrik yang buruk juga menyebabkan listrik tidak stabil sehingga menyebabkan korsleting. Lakukan pengukuran kualitas listrik (Power Quality) secara rutin yang dilakukan oleh orang yang berpengalaman.
Hindari pemakaian listrik secara illegal, karena disamping membahayakan keselamatan jiwa, tindakan tersebut juga tergolong tindakan kejahatan yang dapat dipidanakan.
Tindakan pencegahan pastinya lebih baik daripada mengatasi setelah terjadi. Kurangnya wawasan akan hal seperti ini yang biasanya menyebabkan kebakaran sering terjadi. Diharapkan dengan ini mudah-mudahan dapat mengurangi kebakaran yang terjadi di Indonesia. (red)
Tips Keamanan Dan Keselamatan Bekerja Dengan Listrik
Berbagai peralatan yang digerakkan oleh tenaga listrik atau tekanan udara,kecelakaan bisa diakibatkan karena sentuhan atau akibat kelalaian dalam bekerja dengan peralatan listrik. Hal ini dapat dipahami karena biasanya alat-alat tersebut memiliki kapasitas yang besar,baik berupa putaran maupun tekanan. Oleh karena itu, sangat berbahaya jika kita kurang memahami ketentuan tentang keselamatan kerja.
Nah…berikut ada tips keamanan dan keselamatan bekerja dengan listrik untuk menghindari kecelakaan dan resiko lainnya.
1. Kenalilah peralatan dan jangan coba-coba
Jangan menggunakan peralatan yang digerakkan oleh tenaga listrik atau tekanan udara bila belum tau/paham, karena akan membahayakan jiwa atau barang.
2. Yakin bahwa peralatan bekerja baik
Peralatan akan bekerja baik apabila dirawat.kabel yang terkelupas dapat menyebabkan hubungan pendek atau kebakaran (hubungan singkat/korslet).
3. Bekerja dengan penuh perhatian
Bekerjalah dalam keadaan tenang konsentrasikan pikiran hanya untuk pekerjaan saja.
4.Menggunakan alat pelindung
Gunakan alat pelindung badan, jangan sampai terjadi kecelakaan.
5. Jangan menarik-narik kabel listrik
Bila kabel listrik pada waktu menggunakan stiker,ditarik akan mengakibatkan serabut kawat terputus.
6. Jangan bekerja seorang diri
7. Bekerjalah dengan satu tangan
Bila bekerja pada peralatan listrik tsb usahakan menggunakan satu tangan, tangan yang lain masuk ke dalam saku. Maksudnya agar bila terjadi aliran listrik pada tangan kanan,tidak mengalir ke tangan kiri lewat jantung.
8. Jangan meraba-raba peralatan yang menggunakan tegangan listrik
9. Jangan menggunakan peralatan listrik dengan peralatan yang mudah terbakar
10. Lihat prosedur pemakaian
11. Jangan memperbaiki perelatan listrik yang masih bertegangan
12. Periksa semua peralatan listrik sebelum digunakan
13. Waspadalah.
Waspadalah setiap saat merupakan kunci keamanan kerja,jangan melakukan kelalaian dalam melakukan pekerjaan.
Semoga bermanfaat ya sobatridi, agar kita dapat bekerja dengan aman dan keluarga tenang dirumah..(red)
Sumber : http://www.news.tridinamika.com/1049/tips-keamanan-dan-keselamatan-bekerja-dengan-listrik
Nah…berikut ada tips keamanan dan keselamatan bekerja dengan listrik untuk menghindari kecelakaan dan resiko lainnya.
1. Kenalilah peralatan dan jangan coba-coba
Jangan menggunakan peralatan yang digerakkan oleh tenaga listrik atau tekanan udara bila belum tau/paham, karena akan membahayakan jiwa atau barang.
2. Yakin bahwa peralatan bekerja baik
Peralatan akan bekerja baik apabila dirawat.kabel yang terkelupas dapat menyebabkan hubungan pendek atau kebakaran (hubungan singkat/korslet).
3. Bekerja dengan penuh perhatian
Bekerjalah dalam keadaan tenang konsentrasikan pikiran hanya untuk pekerjaan saja.
4.Menggunakan alat pelindung
Gunakan alat pelindung badan, jangan sampai terjadi kecelakaan.
5. Jangan menarik-narik kabel listrik
Bila kabel listrik pada waktu menggunakan stiker,ditarik akan mengakibatkan serabut kawat terputus.
6. Jangan bekerja seorang diri
7. Bekerjalah dengan satu tangan
Bila bekerja pada peralatan listrik tsb usahakan menggunakan satu tangan, tangan yang lain masuk ke dalam saku. Maksudnya agar bila terjadi aliran listrik pada tangan kanan,tidak mengalir ke tangan kiri lewat jantung.
8. Jangan meraba-raba peralatan yang menggunakan tegangan listrik
9. Jangan menggunakan peralatan listrik dengan peralatan yang mudah terbakar
10. Lihat prosedur pemakaian
11. Jangan memperbaiki perelatan listrik yang masih bertegangan
12. Periksa semua peralatan listrik sebelum digunakan
13. Waspadalah.
Waspadalah setiap saat merupakan kunci keamanan kerja,jangan melakukan kelalaian dalam melakukan pekerjaan.
Semoga bermanfaat ya sobatridi, agar kita dapat bekerja dengan aman dan keluarga tenang dirumah..(red)
Sumber : http://www.news.tridinamika.com/1049/tips-keamanan-dan-keselamatan-bekerja-dengan-listrik
Pertolongan Terhadap Korban Sengatan Arus Listrik
Terkena sengatan listrik bagi sebagian orang pastinya hal yang menjadi momok yang menakutkan. Terkadang pada sebagian orang masih belum mengetahui bagaimana dan pertolongan apa yang pertama kali harus diberikan. Berikut penjelasan mulai dari akibat dan pertolongan terhadap korban sengatan arus listrik.
Akibat dari sengatan aliran listrik
Arus yang mengalir melalui tubuh (tersengat listrik) dapat mengakibatkan :
Jantung berhenti berdenyut.
Otot berkontraksi (mengerut).
Pernafasan terhenti dimana pusat saraf di otak yang mengatur pernafasan lumpuh.
Luka bakar.
Perawatan
Minta pertolongan (berteriak).
Matikan listrik (putuskan hubungan/kontak).
Amankan penderita dari bahaya fisik yang langsung.
Periksa denyut nadi dan pernafasan serta rawat si korban seperlunya.
Bila pernafasan dan denyut nadi sudah pulih, rawatlah luka bakar atau luka lainnya bila ada.
Pindahkan korban ke lokasi yang aman untuk perawatan selanjutnya.
Korban perlu selalu ditunggui selama tim dokter menangani korban.
Langkah-langkah Yang Dilakukan
1. Amankan korban dari bahaya.
2. Usahakan jalan udara untuk pernafasan lancar.
Bila ada muntah/darah atau benda lain di mulut korban, keluarkan segera.
Telentangkan si korban, tekuk kepalanya ke belakang, tarik rahangnya ke depan agar lidah tidak menutup lubang tenggorokan.
Lakukan pernafasan mulut ke mulut 3 – 4 kali secepat mungkin.
Pulihkan fungsi jantung dengan melakukan urutan jantung (cardiac resuscitation).
Untuk orang dewasa : Frekuensi pengurutan dilakukan 60 kali setiap menit
Catatan:
- Hindari tekanan yang terlalu keras agar tidak mengakibatkan tulang rusuk korban rusak.
- Upayakan pemulihan denyut nadi maupun pernafasan.
- Untuk anak kecil : Frekuensi pengurutan dilakukan 90 kali setiap menit
3. Pernafasan mulut ke mulut
Telentangkan si korban, tekuk kepalanya ke belakang.
Buka mulut dan tarik nafas Anda, kemudian tutup mulut dan tiupkan udara ke mulut korban sekuat-kuatnya sampai rongga paru-paru terangkat.
Pijat hidungnya agar udara yang ditiupkan tidak keluar.
Amati turunnya dada kembali.
Faktor penentu adalah kecepatan dalam bertindak, karena itu 3 atau 4 kali peniupan pertama dilakukan secepat mungkin.
Peniupan selanjutnya diulang lebih kuarng 10 kali setiap menit.
Catatan:
- Bila paru-paru tidak mengembang, segera periksa mulut, hidung atau kerongkongan.
- Untuk anak kecil : sebaiknya mulut si penolong mencakup hidung dan mulut korban, dengan frekuensi 20 kali setiap menit.
- Bila satu dan lain hal, si penolong tidak dapat meniup melalui mulut, maka dapat dilakukan peniupan melalui hidung.
Sumber: http://www.news.tridinamika.com/1151/pertolongan-terhadap-korban-sengatan-arus-listrik
Akibat dari sengatan aliran listrik
Arus yang mengalir melalui tubuh (tersengat listrik) dapat mengakibatkan :
Jantung berhenti berdenyut.
Otot berkontraksi (mengerut).
Pernafasan terhenti dimana pusat saraf di otak yang mengatur pernafasan lumpuh.
Luka bakar.
Perawatan
Minta pertolongan (berteriak).
Matikan listrik (putuskan hubungan/kontak).
Amankan penderita dari bahaya fisik yang langsung.
Periksa denyut nadi dan pernafasan serta rawat si korban seperlunya.
Bila pernafasan dan denyut nadi sudah pulih, rawatlah luka bakar atau luka lainnya bila ada.
Pindahkan korban ke lokasi yang aman untuk perawatan selanjutnya.
Korban perlu selalu ditunggui selama tim dokter menangani korban.
Langkah-langkah Yang Dilakukan
1. Amankan korban dari bahaya.
2. Usahakan jalan udara untuk pernafasan lancar.
Bila ada muntah/darah atau benda lain di mulut korban, keluarkan segera.
Telentangkan si korban, tekuk kepalanya ke belakang, tarik rahangnya ke depan agar lidah tidak menutup lubang tenggorokan.
Lakukan pernafasan mulut ke mulut 3 – 4 kali secepat mungkin.
Pulihkan fungsi jantung dengan melakukan urutan jantung (cardiac resuscitation).
Untuk orang dewasa : Frekuensi pengurutan dilakukan 60 kali setiap menit
Catatan:
- Hindari tekanan yang terlalu keras agar tidak mengakibatkan tulang rusuk korban rusak.
- Upayakan pemulihan denyut nadi maupun pernafasan.
- Untuk anak kecil : Frekuensi pengurutan dilakukan 90 kali setiap menit
3. Pernafasan mulut ke mulut
Telentangkan si korban, tekuk kepalanya ke belakang.
Buka mulut dan tarik nafas Anda, kemudian tutup mulut dan tiupkan udara ke mulut korban sekuat-kuatnya sampai rongga paru-paru terangkat.
Pijat hidungnya agar udara yang ditiupkan tidak keluar.
Amati turunnya dada kembali.
Faktor penentu adalah kecepatan dalam bertindak, karena itu 3 atau 4 kali peniupan pertama dilakukan secepat mungkin.
Peniupan selanjutnya diulang lebih kuarng 10 kali setiap menit.
Catatan:
- Bila paru-paru tidak mengembang, segera periksa mulut, hidung atau kerongkongan.
- Untuk anak kecil : sebaiknya mulut si penolong mencakup hidung dan mulut korban, dengan frekuensi 20 kali setiap menit.
- Bila satu dan lain hal, si penolong tidak dapat meniup melalui mulut, maka dapat dilakukan peniupan melalui hidung.
Sumber: http://www.news.tridinamika.com/1151/pertolongan-terhadap-korban-sengatan-arus-listrik
Langganan:
Postingan (Atom)
