Jumat, 04 Juli 2014

Cek ID Meter, Mematikan Alarm dan Lampu LED Meteran Listrik Prabayar

Melengkapi dan mencoba menjawab sebagian pertanyaan pelanggan kami yang sering berkonsultasi via YM ataupun BB, sekiranya kami ingin memberikan sedikit informasi kepada seluruh pengguna MCB meter digital dengan merek ITRON, Conlog, Glomet, Star dan Hexing.



Pertanyaan yang sering kami terima adalah kenapa lampu LED menyala terus atau kenapa mati? Bagaimana melakukan cek ID meter yang telah diganti oleh petugas? Dan yang paling sering adalah bagaimana melakukan on off alarm bunyi tut tut yang menurut mereka mengganggu.
NOTE:
Alarm berfungsi mengingatkan anda akan batas limit yang harus segera anda isi, LED menyala merupakan hal yang baik agar lebih mudah dilihat, ID meter yang berlaku dan benar adalah yang tampil di layar LCD.
BRAND KODE Tombol KETERANGAN
ITRON 00 Enter Restart Meter [jika ada GAGAL / Periksa]
ITRON 03 Enter Total kWH listrik yang telah lalu
ITRON 07 Enter Batas kWH
ITRON 09 Enter Daya yang digunakan
ITRON 41 Enter Voltase listrik
ITRON 44 Enter Ampere yang sedang terpakai
ITRON 47 Enter Daya yang sedang terpakai
ITRON 54 Enter Kode TOKEN terakhir
ITRON 59 Enter Jumlah kWH pengisian terakhir
ITRON 69 Enter Counter jumlah berapa kali mati
ITRON 75 Enter Cek ID Meter PLN Prabayar
ITRON 79 Enter Cek batas minimal alarm
ITRON 456xx Enter Merubah batas minimal alarm misal 45605 untuk 5kWH
ITRON 78 Enter Cek delay alarm dalam menit
ITRON 123xx Enter Merubah delay alarm misal 12310 untuk 10 menit
ITRON 90 Enter Mematikan lampu LED
HEXING 800 Accept Restart Meter [jika ada CANCEL / STL]
HEXING 851 Accept Total kWH listrik yang telah lalu
HEXING 807 Accept Voltase listrik
HEXING 808 Accept Ampere yang sedang terpakai
HEXING 814 Accept Daya yang sedang terpakai
HEXING 852 Accept Kode TOKEN terakhir
HEXING 817 Accept Jumlah kWH pengisian terakhir
HEXING 809 Accept Counter jumlah berapa kali mati
HEXING 804 Accept Cek ID Meter PLN Prabayar
HEXING 812 Accept Mematikan alarm batas kWH
HEXING 801 Accept Cek SISA kWH
HEXING 815 Accept Tanggal pengisian terakhir
Conlog #1#
Daya rata-rata yang digunakan
Conlog #2#
Jumlah kWH pemakaian terakhir
Conlog #3#
??
Conlog #4#
??
Conlog #5#
??
Conlog #6#
Jumlah kWH yang dimasukkan terakhir
Conlog #7#
??
Conlog #11#
Cek Token terakhir
Glomet 37 Enter Cek SISA kWH
Glomet 38 Enter Total kWH listrik yang telah lalu
Glomet 41 Enter Voltase listrik
Glomet 47 Enter Daya yang sedang terpakai
Glomet 54 Enter Kode TOKEN terakhir
Glomet 59 Enter Jumlah kWH pengisian terakhir
Glomet 75 Enter Cek ID Meter PLN Prabayar
Glomet
79
Enter Cek batas minimal alarm
STAR
07
Enter Cek SISA kWH
STAR 12 Enter Cek batas minimal alarm
STAR 37 Enter Cek delay alarm dalam menit
STAR 65 Enter Cek ID Meter Listrik Prabayar
STAR 76 Enter Jumlah kWH pengisian terakhir
Informasi yang kami dapatkan ini dari berbagai literatur dan rincian manual dari vendor bisa anda cari melalui mesin pencari sesuaikan dengan merek dan typenya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Tips Penghematan Listrik Rumah Tangga




Memakai Listrik Mudah dan Nyaman
Dalam kehidupan modern, manusia cenderung ingin hidup dalam suasana yang serba nyaman, cepat dan praktis. Berkat perkembangan ilmu dan teknologi, telah tersedia banyak ragam peralatan yang mempermudah kehidupan manusia. Semua peralatan yang sangat membantu itu, memerlukan tenaga listrik, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Melalui berbagai jenis peralatan listrik, tenaga listrik dapat diubah menjadi tenaga putar, panas, cahaya, serta sinyal audio-video, sesuai dengan kebutuhan.
Sambil menikmati kemudahan dan kenyamanan hidup melalui peralatan listrik, tentunya memerlukan biaya. Besarnya biaya yang harus kita sediakan itu tergantung dari jumlah tenaga listrik yang kita manfaatkan, atau sering disebut dengan jumlah kWh terpakai.



Kiat Menghemat Energi Listrik di Rumah Tangga
Penggunaan peralatan listrik di era modern sekarang ini semakin luas dan beragam, mencakup industri berat sampai rumah tangga.
Peralatan listrik rumah tangga pada umumnya sudah dirancang untuk pemakaian listrik yang efisien/hemat, namun dalam prakteknya masih ditemukan pemborosan energi listrik. Hal ini dapat terjadi antara lain karena penggunaan peralatan dengan cara yang kurang tepat.
Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap hemat energi listrik di rumah tangga, antara lain :
1. Menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan. Rumah Tangga
-- kecil misalnya, cukup dengan daya 450 VA atau 900 VA, rumah tangga
-- sedang cukup dengan daya 900 VA hingga 1300 VA.
2. Memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.                     
3. Membentuk perilaku anggota rumah tangga yang berhemat energi listrik,
-- seperti:
-- • Menyalakan alat-alat listrik hanya pada saat diperlukan.
-- • Menggunakan alat-alat listrik secara bergantian.
-- • Menggunakan tenaga listrik untuk menambah pendapatan rumah tangga
-- --(produktif).
Langkah-langkah Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Tangga Dalam Menghemat Pemakaian Energi Listrik.
1. Lemari Es/Kulkas.
-- • Memilih lemari es dengan ukuran/kapasitas yang sesuai.
-- • Membuka pintu lemari es seperlunya, dan pada kondisi tertentu dijaga agar
---- dapat tertutup rapat.
-- • Mengisi lemari es secukupnya (tidak melebihi kapasitas).
-- • Menempatkan lemari es jauh dari sumber panas, seperti sinar matahari,
---- kompor.
-- • Meletakkan lemari es minimal 15 cm dari dinding/tembok rumah.
-- • Tidak memasukkan makanan/minuman yang masih panas ke dalam lemari
---- es.
-- • Membersihkan kondensor (terletak di belakang lemari es) secara teratur
-- --dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan baik.
-- • Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan/tidak terlalu rendah, oleh
-- --karena semakin rendah/dingin semakin banyak konsumsi energi listrik.
-- • Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.

2. Seterika Listrik
-- • Mengatur tingkat panas yang diperlukan sesuai dengan bahan pakaian
-- --yang akan diseterika.
-- • Membersihkan bagian bawah seterika dari kerak yang dapat menghambat
-- --panas.
-- • Mematikan seterika segera sesudah selesai menyeterika atau bila akan
-- --ditinggalkan untuk mengerjakan yang lain.

3. Televisi, Radio, Tape Recorder
-- • Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta peralatan audio visual
-- --lainnya bila tidak ditonton atau tidak didengarkan.

4. Pompa Air.
--
Menggunakan tangki penampung air dan menyalakan pompa air hanya
-- -- bila air di dalam tangki hampir habis, atau menggunakan sistem kontrol
-- -- otomatis.
-- • Akan lebih baik bila menggunakan pelampung pemutus arus otomatik,
-- --yang akan memutus arus listrik ke pompa air bila air sudah penuh.
-- --Semakin sering pompa air "hidup mati", semakin besar daya listrik yang
-- --dipakai.
-- • Memilih jenis pompa air sesuai dengan kebutuhan dan yang memiliki
-- --tingkat efisiensi yang tinggi.

5. Kipas Angin.
--
Membuka ventilasi/jendela rumah untuk memperlancar udara ke dalam
-- -- rumah.
-- Menghidupkan kipas angin seperlunya dan mematikan bila tidak perlu lagi.
-- Memilih kipas angin yang memiliki alat pengatur waktu (timer) dan
-- --mengatur timer sesuai dengan kebutuhan.
-- Mengatur kecepatan kipas sesuai keperluan.

6. Pengatur Suhu Udara (AC).
--
Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
-- Matikan AC bila ruangan tidak digunakan.
-- Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
-- Menutup pintu, jendela dan ventilasi ruangan agar udara panas dari luar
-- --tidak masuk.
-- Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari lansung agar efek
-- --pendingin tidak berkurang.
-- Membersihkan saringan (filter) udara dengan teratur.

7. Mesin Cuci.
--
Memilih mesin cuci dengan kapasitas sesuai dengan jumlah cucian setiap
-- --hari.
-- Memakai mesin cuci sesuai dengan kapasitasnya. Bila melebihi kapasitas,
-- --dapat menambah beban pemakaian tenaga listrik. Bila cucian hanya
-- --sedikit usahakan mencuci dengan tangan saja.
-- Alat pengering sebaiknya hanya digunakan pada saat mendung atau
-- --hujan. Bila hari cerah di jemur saja.

8. Penanak Nasi (Rice Cooker)
--
Memilih rice cooker dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan.
-- Meletakkan rice cooker dalam posisi tegak sehingga alat pemutus aliran
-- --listrik akan bekerja baik.
-- Memasak nasi sesuai dengan kapasitas rice cooker.
-- Mengusahakan untuk menanak nasi mendekati waktu makan.
-- Memeriksa selalu alat pemutus aliran listrik otomatis. Bila alat ini rusak
-- --maka listrik akan terus mengalir ke elemen pemanas meskipun nasi telah
-- --matang.

9. Penghisap Debu (Vacuum Cleaner)
--
Memilih vacuum cleaner sesuai dengan kebutuhan dan dengan daya
-- --secukupnya.
-- Membersihkan kantong debu segera setelah selesai menggunakan vacuum
-- --cleaner.
-- Menggunakan vacuum cleaner untuk pekerjaan yang cukup berat, bila
-- --untuk pekerjaan ringan/kecil gunakan saja sapu dan alat pembersih
-- --lainnya.
-- Mematikan segera vacuum cleaner apabila motor menjadi panas atau
-- --terjadi perubahan suara motor, kemungkinan terjadi sesuatu yang
-- --mengganggu kerja vacuum cleaner.

10. Lampu Penerangan
-- Menggunakan lampu hemat energi.
-- Menggunakan ballast elektronik dan memasang kondensator pada jenis
-- --lampu TL/Neon.
-- Menghidupkan lampu hanya pada saat diperlukan saja, dan matikan lampu
-- --bila tidak diperlukan lagi.
-- Warna dinding, lantai dan langit-langit yang terang sangat membantu
-- --dalam meningkatkan efisiensi lampu penerangan.
-- Memasang lampu penerangan sesuai/sedekat mungkin dengan obyek yang
-- --diterangi.
-- Mengatur perabotan rumah agar tidak menghalangi cahaya lampu
-- --penerangan.
-- Membersihkan gelas lampu apabila kotor/berdebu agar tidak menghalangi
-- --cahaya lampu.
Contoh Pemakaian listrik rumah tangga sedang
--Daya listrik: 900 VA
--1 Seterika 350 watt, 2 jam/hari
: 0,70 kWh/hari
--1 Pompa air 150 watt, 3 jam/hari
: 0,45 kWh/hari
--1 Kulkas sedang 100 watt, 6 jam/hari
: 0,60 kWh/hari
--1 TV 20" 110 watt, 6 jam/hari
: 0,66 kWh/hari
--1 Rice cooker 300 watt, 2 jam/hari
: 0,60 kWh/hari
--6 Lampu hemat energi 20 watt, 6 jam/hari
: 0,72 kWh/hari
--4 Lampu hemat energi 10 watt, 6 jam/hari
: 0,24 kWh/hari
--Jumlah kebutuhan listrik perhari
: 3,91 kWh
--Jumlah Kebutuhan listrik per bulan 3,91 kWh x 30
: 117,30 kWh